Kegiatan
Belajar 2
Kebutuhan
akan layanan bimbingan di sekolah dasar muncul dari karakteristik dan
masalah-masalah perkembangan murid. Pendekatan perkembangan dalam bimbingan
merupakan pendekatan yang tepat digunakan di SD karena pendekatan ini lebih
berorientasi pada pengembangan ekologi perkembangan murid. Konselor yang
menggunakan pendekatan perkembangan melakukan identifikasi keterampilan dan
pengalaman yang diperlukan murid agar berhasil di sekolah dan dalam
kehidupannya.
Dalam konteks perkembangan anak, bimbingan
dapat diartikan sebagai suatu upaya memgoptimalkan perkembangan anak ( usia 6 –
13 tahun) melalui penyediaan perlakuan dan lingkungan pendidikan yang sesuai
dengan kebutuhan perkembangan anak serta pengembangan berbagai kemampuan dan
keterampilan hidup yang diperlukan anak.
Perkembangan perilaku yang efektif
dapat dilihat dari tingkat pencapaian tugas-tugas perkembangan dalam setiap
tahapan perkembangan. Oleh karena itu, untuk memahami karakteristik murid SD
sebagai dasar untuk pengembangan program bimbingan di SD difokuskan kepada
pencapaian tugas-tugas perkembangannya. Mengkaji tugas-tugas perkembangan
merupakan hal yang penting dan menjadi dasar bagi pengembangan dan peningkatan
mutu layanan bimbingan.
1.
Tujuan Bimbingan dan Konseling di SD
Pemahaman
terhadap tugas-tugas perkembangan anak SD sangat berguna bagi pendidik. Dalam
kacamata bimbingan, pemahaman tugas-tugas perkembangan anak SD sangat berguna
bagi pengembangan program bimbingan dan konseling, karena sangat membantu
dalam:
a. menemukan dan menentukan tujuan
program bimbingan dan konseling di SD,
b. menentukan kapan waktu upaya
bimbingan dapat dilakukan.
Bimbingan
dan konseling perkembangan bertolak dari anggapan bahwa menghargai secara positif
dan respek terhadap martabat manusia merupakan aspek yang amat penting dalam
masyarakat. Konselor memiliki tugas untuk mengembang-kan potensi dan keunikan
individu secara optimal dalam perubahan masyarakat yang global. Dalam program
bimbingan yang komprehensif murid diharapkan memperoleh keterampilan yang
penting dalam memberikan kontribusi terhadap masyarakat yang memiliki aneka
budaya.
Dalam
konteks bimbingan perkembangan, perkembangan perilaku yang efektif sebagai
tujuan pelaksanaan bimbingan yang dapat dilihat dari tingkat pencapaian
tugas-tugas perkembangan. Memahami karakteristik murid SD sebagai dasar untuk
pengembangan program bimbingan di SD difokuskan kepada pencapaian tugas-tugas
perkembangan murid SD. Mengkaji tugas-tugas perkembangan merupakan hal yang
penting dan menjadi dasar bagi pengembangan dan peningkatan mutu layanan
bimbingan.
Pada jenjang
pendidikan dasar, pendidikan memiliki tujuan untuk memberikan bekal kemampuan
dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi,
anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan
peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah (UUSPN, dan PP No.: 28 tahun
1990).
Pengembangan
kehidupan murid sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya untuk:
a. memperkuat dasar keimanan dan
ketaqwaan,
b. membiasakan untuk berperilaku yang
baik,
c. memberikan pengetahuan dan
keterampilan dasar,
d. memelihara kesehatan jasmani dan
rohani,
e. memberikan kemampuan untuk belajar,
dan membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri.
Pengembangan sebagai anggota
masyarakat mencakup:
f. memperkuat kesadaran hidup beragama
dalam masyarakat,
g. menumbuhkan rasa tanggung jawab
dalam lingkungan hidup, dan
h. memberikan pengetahuan dan
keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan
bermasarakat.
Pengembangan sebagai warga negara
mencakup upaya untuk:
i.
mengembangkan
perhatian dan pengetahuan hak dan kewajiban sebagai warga negara RI,
j.
menanamkan
rasa ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan negara,
k. memberikan pengetahuan dan
keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan serta dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Pengembangan
sebagai umat manusia mencakup upaya untuk:
(a) meningkatkan
harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat,
(b)
meningkatkan kesadaran tentang HAM,
(c)
memberikan pengertian tentang ketertiban dunia,
(d)
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya persahabatan antar bangsa, dan
(e)
mempersiapkan peserta didik untuk menguasai isi kurikulum.
Bertolak dari rumusan Tujuan
Pendidikan Nasional, dan tujuan pendidikan dasar dirumuskan seperangkat
tugas-tugas perkembangan yang seyogyanya dicapai oleh anak SD. Secara
operasional tugas-tugas perkembangan anak SD adalah pencapaian perilaku yang
seyogyanya ditampilkan anak SD yang meliputi:
a. sikap dan kebiasaan dalam berimtaq
(iman dan taqwa),
b. pengembangan kata hati-moral dan nilai-nilai,
c. pengembangan keterampilan dasar
dalam membaca – menulis - berhitung (calistung),
d. pengembangan konsep-konsep yang
perlu dalam kehidupan sehari-hari,
e. belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok sebaya,
f. belajar menjadi pribadi yang mandiri,
g. mempelajari keterampilan fisik
sederhana,
h. membina hidup sehat,
i.
belajar
menjalankan peranan sosial sesuai dengan
jenis kelamin, serta
j.
pengembangan
sikap terhadap kelompok dan
lembaga-lembaga sosial.
Secara
khusus, layanan bimbingan di sekolah dasar bertujuan untuk membantu siswa agar
dapat mencapai tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi sosial,
pendidikan dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan (Depdikbud, 1994b).
Dalam aspek perkembangan
pribadi sosial layanan bimbingan membantu siswa agar dapat:
a. Memiliki pemahaman diri
b. Mengembangkan sikap positif
c. Membuat pilihan kegiatan secara
sehat
d. Mampu menghargai orang lain
e. Memiliki rasa tanggung jawab
f. Mengembangkan keterampilan
hubungan antar pribadi
g. Menyelesaikan masalah
h. Membuat keputusan secara baik.
Dalam aspek perkembangan
pendidikan, layanan bimbingan membantu murid agar dapat:
a. Melaksanakan cara-cara belajar
yang benar
b. Menetapkan tujuan dan rencana
pendidikan
c. Mencapai prestasi belajar secara optimal
sesuai bakat dan kemampuannya
d. Memiliki keterampilan untuk
menghadapi ujian.
Dalam aspek
perkembangan karier, layanan bimbingan membantu murid agar dapat:
a. Mengenali
macam-macam dan ciri-ciri dari berbagai jenis pekerjaan
b. Menentukan cita-cita dan merencanakan masa
depan
c. Mengeksplorasi arah
pekerjaan
d. Menyesuaikan keterampilan, kemampuan dan
minat dengan jenis pekerjaan.
Terdapat beberapa ide pokok menyangkut
hakikat dan tujuan bimbingan untuk anak yang dikemukakan dari pendapat
Solehuddin (2005), yaitu sebagai berikut :
Pertama, bimbingan pada hakikatnya merupakan aktivitas
yang terarah ke optimalisasi perkembangan anak. Aktivitas atau perlakuan yang
sifatnya mendukung, mempermudah, memperlancar, dan bahkan sampat batas tertentu
mempercepat proses perkembangan anak adalah bimbingan. Sebaliknya,
kegiatan-kegiatan yang sifatnya memaksa, mengambat, menghalangi, dan atau
mempersulit proses perkembangan anak, maka itu bukanlah kegiatan bimbingan.
Kedua, tercapainya perkembangan anak yang optimal
adalah sasaran akhir dari bimbingan yang sekaligus juga dapat merupakan sasaran
akhir dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Ketiga, dalam konteks bimbingan, upaya membantu anak dalam
meraih keberhasilan perkembangan anak dilakukan melalui tiga aktivititas pokok
sebagai berikut :
a. Menyerasikan perlakuan dan lingkungan
pendidikan dengan kebutuhan perkembangan anak serta dengan mempertimbangkan
tuntutan nilai-nilai keagamaan dan kultural yang dianut.
b. Menyelenggarakan layanan untuk
mengembangkan berbagai kemampuan dalam keterampilan pribadi-sosial, belajar dan
karir anak yang diperlukan untuk keperluan perkembangan dan belajarnya seperti
keterampilan belajar, bergaul, menyelesaikan konflik dan sejenisnya.
c. Menyelenggarakan layanan intervensi khusus
bagi anak yang memerlukan perhatian dan bantuan khusus.
2. Karakteristik Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Dasar
Beberapa faktor
penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling di SD menurut Dinkmeyer dan Caldwell (1970:4-5) adalah:
a. Bimbingan di sekolah dasar lebih
menekankan akan pentingnya peranan guru dalam fungsi bimbingan. Dengan
sistem guru kelas, guru lebih memiliki banyak waktu untuk mengenal anak lebih
mendalam, sehingga memiliki peluang untuk menjalin hubungan yang lebih efektif.
b. Fokus bimbingan di SD lebih menekankan pada pengembangan pemahaman diri,
pemecahan masalah, dan kemampuan berhubungan secara efektif dengan orang lain.
c. Bimbingan di SD lebih banyak melibatkan orang tua, mengingat pentingnya
pengaruh orang tua dalam kehidupan anak
selama di SD.
d. Bimbingan di SD hendaknya memahami
kehidupan anak secara unik
e. Program bimbingan di SD hendaknya peduli terhadap kebutuhan dasar
anak, seperti kebutuhan untuk matang dalam penerimaan dan pemahaman diri, serta
memahami keunggulan dan kelemahan dirinya.
f. Program bimbingan di SD hendaknya meyakini bahwa masa usia sekolah
dasar merupakan tahapan yang amat penting dalam perkembangan anak.
Muro dan Kottman
mengkaji perbedaan bimbingan dan konseling di SD dari sudut karakteristik siswa
termasuk beberapa keterbatasannya, teknik pemberian layanan, dan jenis
pemberian layanan. Menurut Muro dan Kottman (1995:53-54) terdapat enam
perbedaan penting yang harus dipertimbangkan konselor dalam mengembangkan
program bimbingan di SD, yaitu:
a. Konselor memandang bahwa siswa belum
memiliki keajegan. Oleh karena itu, konselor belum dapat menciptakan lingkungan
belajar secara permanen.
b. Beberapa jenis layanan bimbingan
tidak langsung kepada siswa, melainkan diluncurkan melalui guru, orang tua, dan
orang dewasa lainnya.
c. Kesempatan anak untuk melakukan
pilihan masih terbatas.
d.
Siswa SD memiliki keterbatasan dalam menerima tanggung
jawab dirinya (self-responsibility).
e.
Pengembangan program bimbingan hendaknya berawal dari
konsep dasar bimbingan, terutama kepedulian untuk memberikan bantuan kepada
siswa sebagai pembelajar.
f. Layanan bimbingan di SD kurang
menekankan pada penyimpanan data, testing, perencanaan pendidikan, pendekatan
yang berorientasi pada pemecahan masalah, dan konseling atau terapi individual.
Mencermati
karakteristik bimbingan dan konseling di SD, tergambar bahwa intervensi layanan
bimbingan di SD lebih banyak dilakukuan melalui orang-orang yang berarti dalam
kehidupan anak seperti orang tua dan guru. Kerjasama guru dengan orang tua akan
berpengaruh terhadap keberhasilan anak. Oleh karena itu, guru SD memiliki
peranan strategis dalam peluncuran layanan bimbingan.
3.
Fungsi dan Peran Guru Pembimbing di SD
Guru SD sebagai
guru kelas yang mengajarkan mata pelajaran, pada dasarnya mempunyai peran
sebagai pembimbing. Dalam SK Menpan No.83/1993 ditegaskan bahwa selain tugas
utama mengajar, guru SD ditambah dengan melaksanakan program bimbingan di kelas
yang menjadi tanggung jawabnya. Bahkan Murro dan Kottman (1995:69) menempatkan
posisi guru sebagai unsur yang sangat kritis dalam implementasi program
bimbingan perkembangan. Guru merupakan gelandang terdepan dalam
mengidentifikasi kebutuhan siswa, penasehat utama bagi siswa, dan perekayasa
nuansa belajar yang mempribadi. Guru yang memonitor siswa dalam belajar, dan
bekerja sama dengan orang tua untuk keberhasilan siswa.
Rochman
Natawidjaja, (1987:78-80) merekomendasikan fenomena perilaku guru dalam
bimbingan dalam rangka PBM, yaitu:
a. Mengembangkan iklim kelas yang bebas
dari ketegangan dan yang bersuasana membantu perkembangan siswa,
b. Memberikan pengarahan atau orientasi
dalam rangka belajar yang efektif,
c. Mempelajari dan menelaah siswa untuk
menemukan kekuatan, kelemahan, kebiasaan dan kesulitan yang dihadapinya,
d. Memberikan konseling kepada siswa yang
mengalami kesulitan, terutama kesulitan yang berhubungan dengan bidang studi
yang diajarkannya,
e. Menyajikan informasi tentang masalah
pendidikan dan jabatan,
f. Mendorong dan meningkatkan
pertumbuhan pribadi dan sosial siswa,
g. Melakukan pelayanan rujukan
referral,
h. Melaksanakan bimbingan kelompok di
kelas,
i.
Memperlakukan
siswa sebagai individu yang mempunyai harga diri, dengan memahami kekuarangan,
kelebihan dan masalah-masalahnya,
j.
Melengkapi
rencana-rencana yang telah dirumuskan siswa,
k. Menyelenggarakan pengajaran sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan siswa,
l.
Membimbing
siswa untuk mengembangkan kebiasaan belajar dengan baik,
m. Menilai hasil belajar siswa secara
menyeluruh dan berkesinambungan,
n. Melakukan perbaikan pengajaran bagi
siswa yang membutuhkan,
o. Menyiapkan informasi yang diperlukan
untuk dijadikan masukan dalam konferensi kasus,
p. Bekerja sama dengan tenaga
pendidikan lainnya dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan siswa,
q. Memahami, melaksanakan kebijaksanaan
dan prosedur-prosedur bimbingan yang berlaku.
Peran guru
sebagai guru pembimbing, sesungguhnya akan tumbuh subur jika guru menguasai
rumpun model mengajar Pribadi. Rumpun mengajar pribadi terdiri atas model
mengajar yang berorientasi kepada perkembangan diri siswa. Penekanannya lebih
diutamakan kepada proses yang membantu individu dalam membentuk dan
mengorganisasikan realita yang unik, dan lebih banyak memperhatikan kehidupan
emosional siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar