Selasa, 06 Maret 2012

Mencari Model Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis hidup, seperti kejujuran , kecerdasan, kepedulian, tanggung jawab, kebenaran, keindahan, kebaikan dan keimanan. Dengan pendidikan berbasis karakterakan menunjukan jati dirinya sebagai manusia yang sadar diri sebagai mahluk, manusia, warga negara dan pria atau wanita. Kesadaran itu dijadikan ukuran martabat dirinya, sehingga berfikir objektif, terbuka dan kritis serta memiliki harga diri yang tidak mudah memperjual-belikan. Selain itu, tiadak hanya menyadari apa tugasnya dan bagaimana mengambil sikap terhadap berbagai jenis situasi permasalahan, tetapi juga akan menghadapi kehidupan dengan penuh kesadaran, peka terhadap nilai keramahan sosial dan dapat bertanggung jawab atas tindakannya. Oleh karena itu sekolah yang akan mengimplementasikan pendidikan berbasis karakter dapat memikirkan segi sebagai berikut. Keberhasilan pendidikan berbasis karakter terkait dengan kondisi peserta didik yang landasan keluargannya mengharapkan tercipta iklim kehidupan dengan norma kebaikandan tanggung jawab. Fungsi pendidikan berbasis karakter untuk menunjukan kesadran normatif peserta didik.
Pendekatan proses pembelajaran sekolah perlu disesuaikan yaitu, dengan menciptakan iklim yang merangsang pikiran perserta didik untuk digunakan sebagai alat observasi dalam mengeksplorasi dunia. Kebijakan sekolah dalam merumuskan bahan belajar pendidikan berbasis karakter di oreantasikan ke masa depan, yaitu menggambarkan indikasi bentuk baru peradaban masyarakat. Dasar pertimbangannya :
1)      Proses pembangunan berkonsekuensi terhadap perubahan bentuk baru kebiasaan hidup masyarakat
2)      Pendidikan berbasis karakter harus berperan sebagai pengimbang akibat sampingan proses pembangunan.
Rumusan didapat dari  haisl pengamatan suasana keluarga dalam menghadapi tatnan kehidupan baru, apakah mengambil sikap bertahan dengan kebiasaan sebelumnya, ataukah meninggalkan dan mengganti kebiasaan hidup sebelumnya, sementara kebiasaan sekitar tidak ikut bertahan.
Organ manusia yang berfungsi melaksanakan kesadaran normatif ialah hati nurani atau kata hati (conscience). Organ penunjangnya ialah pikiran atau logika. Pendidikan berbasis karakter di program untuk upaya kesadaran normatif yang ada pada hati nurani supaya di teruskan kepda pikiran untuk dicari rumusan bentuk prilaku, kemudian di transferkan ke anggota badan pelaksana perbuatan. Kondisi jurang perbedaan kemajuan sisi materi yang dipahami secara sempit, mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai masyarakat. Yaitu menguatnya arus bentuk baru kehidupan masyakat seperti nilai materi dan hura-hura serta tampak memudar budaya santun, malu, kekeluargaan, kejujuran, toleransi, kebersamaan, kesetiakawanan, dan gotong royong.