Pendidikan karakter
adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis hidup, seperti kejujuran ,
kecerdasan, kepedulian, tanggung jawab, kebenaran, keindahan, kebaikan dan
keimanan. Dengan pendidikan berbasis karakterakan menunjukan jati dirinya
sebagai manusia yang sadar diri sebagai mahluk, manusia, warga negara dan pria
atau wanita. Kesadaran itu dijadikan ukuran martabat dirinya, sehingga berfikir
objektif, terbuka dan kritis serta memiliki harga diri yang tidak mudah
memperjual-belikan. Selain itu, tiadak hanya menyadari apa tugasnya dan
bagaimana mengambil sikap terhadap berbagai jenis situasi permasalahan, tetapi
juga akan menghadapi kehidupan dengan penuh kesadaran, peka terhadap nilai
keramahan sosial dan dapat bertanggung jawab atas tindakannya. Oleh karena itu
sekolah yang akan mengimplementasikan pendidikan berbasis karakter dapat
memikirkan segi sebagai berikut. Keberhasilan pendidikan berbasis karakter
terkait dengan kondisi peserta didik yang landasan keluargannya mengharapkan
tercipta iklim kehidupan dengan norma kebaikandan tanggung jawab. Fungsi
pendidikan berbasis karakter untuk menunjukan kesadran normatif peserta didik.
Pendekatan proses
pembelajaran sekolah perlu disesuaikan yaitu, dengan menciptakan iklim yang
merangsang pikiran perserta didik untuk digunakan sebagai alat observasi dalam
mengeksplorasi dunia. Kebijakan sekolah dalam merumuskan bahan belajar
pendidikan berbasis karakter di oreantasikan ke masa depan, yaitu menggambarkan
indikasi bentuk baru peradaban masyarakat. Dasar pertimbangannya :
1)
Proses pembangunan berkonsekuensi
terhadap perubahan bentuk baru kebiasaan hidup masyarakat
2)
Pendidikan berbasis karakter harus
berperan sebagai pengimbang akibat sampingan proses pembangunan.
Rumusan didapat
dari haisl pengamatan suasana keluarga
dalam menghadapi tatnan kehidupan baru, apakah mengambil sikap bertahan dengan
kebiasaan sebelumnya, ataukah meninggalkan dan mengganti kebiasaan hidup
sebelumnya, sementara kebiasaan sekitar tidak ikut bertahan.
Organ manusia yang
berfungsi melaksanakan kesadaran normatif ialah hati nurani atau kata hati
(conscience). Organ penunjangnya ialah pikiran atau logika. Pendidikan berbasis
karakter di program untuk upaya kesadaran normatif yang ada pada hati nurani
supaya di teruskan kepda pikiran untuk dicari rumusan bentuk prilaku, kemudian
di transferkan ke anggota badan pelaksana perbuatan. Kondisi jurang perbedaan
kemajuan sisi materi yang dipahami secara sempit, mengakibatkan terjadinya
pergeseran nilai masyarakat. Yaitu menguatnya arus bentuk baru kehidupan
masyakat seperti nilai materi dan hura-hura serta tampak memudar budaya santun,
malu, kekeluargaan, kejujuran, toleransi, kebersamaan, kesetiakawanan, dan
gotong royong.